Senin, 30 Mei 2016

[TUGAS 3] PERISTIWA PENTING BULAN RAMADHAN




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Marhaban Yaa Syahru Ramadhan. Mari perbaiki diri untuk menyambut tamu yang suci. Selamat menyambut Ramadhan dengan kesucian hati. :’))))))

Ayoo persiapkan Ramadhan dengan :
1.       Bersuka cita karena Ramadhan adalah karunia Allah atas hambaNya
2.       Bertekad untuk mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Karena boleh jadi, tahun ini adalah Ramadhan terakhir. Wallahu a’lam
3.       Mempelajari kembali ilmu yang berkaitan dengan puasa.

Ukhti wa akhi fillah, siapa sih yang tidak menanti datang nya Ramadhan?

Semua orang pasti bergembira menyambut bulan yang hanya ada sekali dalam satu tahun ini. Semua orang pasti merindukan bulan penuh maghfiroh juga bulan penuh pahala. Jadikan ramadhan ini sebagai momentum perbaikan diri kita pribadi ya ikhwah.

Di bulan yang penuh ampunan ini, terdapat peristiwa penting yang ada di dalamnya. Mau tahu?

1.   NUZULUL QUR’AN

Nuzulul Qur’an berarti turunnya wahyu Al Qur’an (turunnya wahyu Allah yang pertama kepada nabi dan rasul terakhir, Muhammad s.a.w
Al Qur’an pertama kali diturunkan oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad pada saat beliau sedang berada di Gua Hira’.
Wahyu pertama tersebut adalah Q.S Al-Alaq : 1-5 dimana ayat pertama berbunyi “Iqra” yang artinya “Bacalah”
Menurut Al-Bara’ bin Azib, Nuzulul Qur’an terjadi pada tanggal 17 Ramadhan.
Allah s.w.t berfirman dalam Al Qur’an :
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil”        (QS. Al Baqarah : 185)


2.   LAILATUL QADR


Lailatul Qadr adalah malam ketetapan. Sebuah malam di bulan Ramadhan yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan.
Allah s.w.t berfirman dalam QS Al-Qadr yang artinya :
1.   Sesungguhnya Kami menurunkan Al Qur’an pada malam Qadar (Lailatul Qadar)
2.   Tahukah engkau apakah malam qadar itu?
3.   Malam Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan
4.   Pada malam itu, turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka untuk membawa segala urusan
5.   Selamatlah malam itu sampai terbit fajar

Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadr hanyalah 2 contoh peristiwa penting yang menggambarkan keagungan dan kemuliaan Ramadhan. Masih banyak peristiwa penting lainnya yang terjadi pada bulan suci tersebut seperti :
1.   Pembebasan makkah (Fathul Makkah)
2.   Peristiwa Perang Baddar (tanggal 2 Ramadhan)
3.   Islam masuk ke Yaman
4.   Khalid bin Walid meruntuhkan berhala Al’uzza
5.   Penyerahan kota Taif
6.   Pembebasan Andalusia
7.   Peperangan Zallaqah
8.   Tentara Islam mengalahkan tentara Mongol
9.   Peperangan Yakhliz
10. Direbutnya Garis Bar Lev, Israel
11.  Wafatnya shohabat Ali Bin Abi Thalib (tanggal 23 Ramadhan)
12. Pada bulan ini, Khalid bin Walid salah seorang shohabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum islam atau sesudahnya meninggal dunia. Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 7 Hijriyah. Umar bin Khatab memimpin shalat jenazah. Khalid bin Walid dimakamkan di Hims dan adapula yang mengatakan di Madinah.

Demikianlah beberapa peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah dan terjadi pada bulan Ramadhan. Mohon maaf apabila ada kesalahan, semoga ada ilmu yang bisa didapat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh




Wahidah Nurul Santosa :’))




Minggu, 29 Mei 2016

[TUGAS 5] MENCARI LAILATUL QADR



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh akhi wa ukhti yang Insya Allah di rahmati Allah S.W.T
Tak terasa ya? Bulan sya'ban sudah akan berakhir yang artinya bulan Ramadhan akan segera tiba (yeaaaaaaaaaay... marhaban yaa syahrurramadhan, marhaban yaa syahrusshyiam)
Semoga kita semua masih diberikan umur panjang (yang barakah) supaya bisa bertemu dengan bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh umat muslim sealam raya...
Di Bulan Suci Ramadhan, ada sebuah malam yang istimewa. Istimewa? hehem. Sebuah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. As we know, "Lailatul Qadr" ...
So, what is Lailatul Qadr? Selamat menyaksikan :')))



Jumat, 20 Mei 2016

[TUGAS 1] KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN




Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya dengan keutamaan yang agung dan keistimewaan yang banyak. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Di dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Ramadhan yang agung, yaitu:

Keistimewaan pertama, diturunkannya Al-Qur’an di dalam bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dengan kitab ini, Allah memperlihatkan kepada mereka kebenaran (al-haq) dari kebatilan.  Kitab yang di dalamnya terkandung kemaslahatan (kebaikan) dan kebahagiaan (kemenangan) bagi umat manusia, serta keselamatan di dunia dan di akhirat.

Keistimewaan ke dua, diwajibkannya berpuasa di bulan tersebut kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Allah Ta’ala memerintahkan hal tersebut dalam firman-Nya (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam [1], di antara kewajiban yang Allah Ta’ala wajibkan, dan telah diketahui dengan pasti bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari agama, serta berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin. Barangsiapa yang mengingkarinya (kewajiban puasa Ramadhan), maka dia telah kafir.

Barangsiapa yang  berada di negeri tempat tinggalnya (mukim atau tidak bepergian) dan sehat, maka wajib menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185) Dan barangsiapa yang bepergian (musafir) atau sakit, maka wajib baginya mengganti puasa di bulan yang lain, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Dari sini jelaslah bahwa tidak ada keringanan untuk tidak berpuasa di bulan tersebut, baik dengan menunaikannya di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan kecuali bagi orang yang sudah tua renta atau orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. Kedua kelompok tersebut tidaklah mampu berpuasa, baik di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan. Bagi keduanya terdapat hukum (aturan) lain yang akan datang penjelasannya, in syaa Allah.

Dan termasuk di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah apa yang dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu” [2]

Hadits ini menunjukkan atas keistimewaan yang agung dari bulan yang penuh berkah ini, yaitu,

Pertama, dibukanya pintu-pintu surga di bulan Ramadhan. Hal ini karena banyaknya amal shalih yang disyariatkan di bulan tersebut yang menyebabkan masuknya seseorang ke dalam surga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 32).

Kedua, ditutupnya pintu-pintu neraka di bulan ini, disebabkan oleh sedikitnya maksiat yang dapat memasukkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)” (QS. An-Nazi’at [79]: 37-39).

Dan juga firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (QS. Jin [72]: 23).

Ketiga, setan-setan dibelenggu di bulan Ramadhan. Setan tidak mampu untuk menggoda (menyesatkan) manusia, menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan, atau memalingkan manusia dari amal shalih, sebagaimana yang setan lakukan di selain bulan Ramadhan. Tercegahnya manusia -di bulan yang penuh berkah ini- dari melakukan berbagai hal yang keji merupakan rahmat untuk kaum muslimin, sehingga mereka pun memiliki kesempatan untuk mengerjakan berbagai amal kebaikan dan menghapus dosa-dosa mereka.

Dan termasuk dalam keutamaan bulan yang penuh berkah ini adalah dilipatgandakannya amal kebaikan di dalamnya. Diriwayatkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang sama dengan amal wajib. Satu amal wajib yang dikerjakan di bulan ini setara dengan 70 amal wajib. Barangsiapa yang memberi buka puasa untuk seorang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka, dan baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala oarang yang berpuasa tersebut sedikit pun.

Semua kebaikan, berkah, dan anugerah ini diberikan untuk kaum muslimin dengan datangnya bulan yang penuh berkah ini. Oleh karena itu, hendaklah kaum muslimin menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.

Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang agung dan mulia, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk menganugerahkan keberkahan bulan Ramadhan kepada kami. [3]

***

Selesai diterjemahkan di siang hari, Sint-Jobskade Rotterdam NL, Sabtu 5 Sya’ban 1436

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

—

Catatan kaki:

[1] Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima perkara, (1) syahadat bahwasannya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; (2) mendirikan shalat; (3) menunaikan zakat; (4) berhaji; dan (5) puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 7 dan Muslim no. 16)

[2] HR. Bukhari no. 1898, 1899 dan Muslim no. 1079.

[3] Diterjemahkan dari: Ittihaaf Ahlil Imaan bi Duruusi Syahri Ramadhan, karya Syaikh Dr. Shalih Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, Daar ‘Ashimah Riyadh KSA, cetakan ke dua, tahun 1422, hal. 135-137.

 

Artikel Muslim.or.id

Powered by Blogger. Blogger Template by Intikali.org. Supported by Iskael and BlogSpot Design.